Uji Semprotan Anti Air AATCC 22: Pengalaman dan Wawasan

Ketahanan terhadap air adalah sifat kain yang menahan pembasahan saat bersentuhan dengan cairan. Uji ini dapat diterapkan pada berbagai kain tekstil, baik yang memiliki lapisan anti air maupun tidak. Artikel ini akan memandu Anda dalam memahami ruang lingkupnya dan cara melakukan uji ini di laboratorium pengujian kain seperti yang diarahkan dalam AATCC 22.

Repellency Air

Tahan Air juga dapat digambarkan sebagai sifat kain yang hidrofobik. Ini adalah lapisan tahan air tingkat lanjut. Lapisan anti air adalah lapisan kimia yang menahan penetrasi air. Lapisan ini nyaman dipakai karena pori-pori kain tetap terbuka. Ada 3 jenis lapisan anti air.

  • Hasil akhir tidak tahan lama
  • Hasil akhir semi-tahan lama
  • Hasil akhir yang tahan lama

Pelapis yang tidak tahan lama biasanya berbahan dasar lilin parafin. Pelapis ini tidak tahan lama karena akan hilang saat dicuci. Pelapis yang semi tahan lama berupa lilin atau larutan garam. Pelapis ini dapat bertahan setelah dicuci berkali-kali tetapi pada akhirnya akan hilang. Pelapis yang tahan lama dapat berbahan dasar silikon atau dengan senyawa piridinium.

Saat ini, lapisan DWR ( Durable Water-Repellent ) yang lebih berpori dan memberikan perlindungan tahan air maksimal banyak digunakan. Karena sifatnya yang berpori, lapisan ini melepaskan kelembapan yang terperangkap dan mencegah pakaian menempel pada kulit. Hal ini memberikan kenyamanan lebih bagi pemakainya dan meningkatkan performa atlet.

Standar Ketahanan Air

Selain AATCC-22, metode berikut digunakan untuk mengukur daya tolak air pada kain.

  • ISO 4920 – Penentuan ketahanan terhadap pembasahan permukaan (Uji Semprot)
  • GB/T4745 – Metode Cina untuk mengukur ketahanan air tekstil dengan uji semprot
  • ISO-9073 17 – Penentuan penetrasi air (Spray Impact)
  • AATCC 42 – Metode pengujian Ketahanan Air (Penetrasi Dampak)
  • JIS 1092 – Metode Jepang untuk menguji ketahanan air
  • WSP80.9 – Metode pengujian untuk non-woven

Prinsip Kerja AATCC 22

Dalam pengujian ini, air disemprotkan ke kain ketat tanpa kelonggaran dalam lingkungan yang terkendali. Setelah penyemprotan, kain menjadi basah, dan pola yang berbeda terbentuk sesuai dengan sifat kain yang menolak air. Pola-pola ini kemudian dievaluasi dengan membandingkannya dengan bagan standar.

Peralatan untuk AATCC 22

  • Penguji Semprotan
    Penguji Semprotan

    Penguji Semprotan

  • Silinder Air dengan kapasitas ukur 250 ml
  • Stopwatch/Pengatur Waktu
  • Air suling dengan suhu 27 ± 1°C

Persiapan Sampel untuk AATCC 22

  • Ambil sampel dengan dimensi 180 x 180 mm.
  • Ambil sampel dari tempat yang berbeda sehingga tidak ada sampel yang memiliki benang yang sama panjang atau lebarnya.
  • Ambil minimal 3 sampel atau sesuai kebutuhan.

Pengkondisian Sampel

  • Sampel harus dikondisikan pada kondisi atmosfer standar selama sekitar 4 jam, yaitu 21 ± 1°C dan kelembaban relatif 65 ± 2%.

Prosedur Pengujian AATCC 22 

Kain pada sudut 45
Kain pada sudut 45
  1. Kencangkan sampel pada dudukan spesimen pada sudut 45° yang berdiameter 152.4 mm.
  2. Kain harus bebas kusut dan memiliki permukaan halus.
  3. Sampel kain harus dipasang sedemikian rupa sehingga permukaan kain terkena semprotan air. Selain itu, orientasi kain harus disesuaikan dengan mempertimbangkan produk akhir kain.
  4. Letakkan lingkaran tersebut sehingga pola semprotan dan lingkaran tersebut sejajar dan berada di titik pusat yang sama.
  5. Tuangkan air ke dalam corong dan tunggu 25-30 detik untuk menyemprot.
  6. Pegang lingkaran pada bagian bawahnya dan ketuk dua kali dengan kuat, sekali pada sisi yang berlawanan, lalu putar lingkaran tersebut sejauh 180°.
  7. Menuang air ke dalam corong
    Menuang air ke dalam corong

    Ulangi proses ini lagi untuk sampel lainnya

Evaluasi dan Penilaian 

Penilaian Sampel

Kain setelah uji coba
Kain setelah uji coba
  • Evaluasi sampel segera setelah pengujian.
  • Letakkan sampel di tengah lemari untuk penilaian.

Skala Evaluasi 

  • Gunakan bagan penilaian uji semprot berikut untuk menetapkan nilai pada setiap sampel. Untuk penilaian 50 atau lebih tinggi, gunakan nilai antara jika nilainya berada di antara dua. Misalnya 60, 75.

100 – Tidak ada tetesan air yang menempel

90 – Sedikit air yang menempel

80 – Pembasahan spesimen di titik semprot

70 – Pembasahan sebagian spesimen di titik semprot

50 – Lebih dari 80% permukaan menjadi basah

  0 – Pembasahan sampel secara menyeluruh

  • Bandingkan sampel kain secara visual dengan tabel penilaian.
  • Tetapkan peringkat terdekat yang sesuai dengan bagan.
  • Jika polanya berada di antara 2 peringkat, gunakan nilai antara. Misalnya, 95, 85, dst.
  • Setiap sampel harus dievaluasi secara terpisah.

Formasi Laporan

Setelah menyelesaikan pengujian, buatlah laporan dengan menyertakan rincian berikut ini

  • Detail sampel kain (misalnya bahan benang, finishing yang diaplikasikan)
  • Jumlah sampel uji
  • Tanggal tes
  • Sebutkan bahwa pengujian dilakukan sesuai AATCC-22.

Pengalaman dan Wawasan tentang AATCC 22

  • Sampel harus diambil secara acak. Cobalah sampel yang memiliki benang yang berbeda. Misalnya, ambil sampel sepanjang lebar kain.
  • Selalu pasang kain dengan bagian mukanya menghadap ke atas atau gunakan permukaan tempat lapisan akhir diaplikasikan.
  • Saat menuangkan air, jangan sentuh corong dengan tabung pengukur, karena dapat mengubah posisi pengaturan nosel semprot.
  • Waktu penyemprotan adalah 25-30 detik. Jika waktu berkurang atau melebihi waktu yang ditentukan, periksa lubang nosel untuk melihat apakah ada yang tersumbat. Sesuaikan nosel sebagaimana mestinya.
  • Evaluasi sampel segera, karena pola air akan terpengaruh seiring waktu.

Perbedaan antara Kain Tahan Air, Anti Air dan Anti Air

Tahan Air

Ini adalah perlindungan tingkat pemula dari air dan bentuk perlindungan paling dasar dalam kategori anti air. Serat buatan seperti poliester dan nilon bersifat hidrofobik dan biasanya digunakan pada kain dengan faktor penutup yang lebih tinggi dan menahan air yang masuk melalui kain. Faktor penutup menentukan kepadatan kain. Jika kain memiliki kepadatan tinggi dan struktur kain yang padat, air membutuhkan waktu untuk melewati kain. Pakaian dengan label anti air tidak dimaksudkan untuk menghadapi paparan cuaca ekstrem secara terus-menerus, sebaliknya pakaian tersebut dapat menahan kontak air ringan seperti hujan yang turun perlahan.

Anti air

Ini adalah jenis kain yang lebih tahan air daripada kain yang kedap air. Air dalam bentuk butiran tetap berada di dalam kain karena sifatnya yang hidrofobik. Kain dapat dibuat anti air dengan menambahkan lapisan atau pelapis akhir dari bahan hidrofobik. Kain ini memiliki kinerja yang hampir sama dengan kain anti air.

Ini adalah pilihan terbaik bagi atlet karena lebih menyerap keringat, efektif, ringan, dan nyaman daripada kain tahan air.

Tahan Air

Pada tahap ini, pakaian sepenuhnya kebal terhadap air. Pakaian ini memiliki jahitan yang rapat, serat sintetis, dan lapisan kimia, beserta lapisan perlindungan tambahan di bawah jahitan dan ritsleting. Pakaian ini dibuat untuk lingkungan khusus seperti di salju, hujan lebat, dan tenda, yang membutuhkan perlindungan air secara menyeluruh. Karena sifatnya yang kedap air, kain ini juga digunakan dalam pakaian selam yang mengharuskan perendaman. Kain ini kurang nyaman dibandingkan kain anti air.

Penting juga untuk memahami bahwa, meskipun label pakaian menunjukkan kategori daya tolaknya, performanya bergantung pada kualitas, struktur, dan lapisan kimia bahan tersebut. Selain itu, ada berbagai tes seperti tes semprot, tes hujan, dan tes hidrostatik , yang masing-masing memiliki teknik penilaian dan metode pengujian yang berbeda.

Kesimpulan  

Kesimpulannya, uji ketahanan air memegang peranan penting dalam kenyamanan dan kemampuan bernapas kain. Uji ini memastikan bahwa kain tetap kering dan pemakainya merasa nyaman di lingkungan yang lembap. Uji ini juga menunjukkan efektivitas pelapis anti air yang diaplikasikan pada kain.

Pertanyaan Umum Demo Slot

  1. Apa itu uji ketahanan air Bundesmann?

Pengujian ini mengevaluasi kemampuan kain untuk menahan hujan, seperti pada jas hujan. Simulasi dampak badai dilakukan di laboratorium pengujian kain. Simulasi ini didasarkan pada ISO 9865.

  1. Faktor apa saja yang mempengaruhi sifat anti air?

Hal ini bergantung pada sifat serat, apakah serat tersebut bersifat higroskopis atau hidrofobik. Pelapis yang diaplikasikan pada kain juga memengaruhi sifat antiair.

  1. Bagaimana kain bisa dibuat anti air?

Biasanya, pelapis atau pelapis akhir diterapkan untuk tujuan ini. Pelapis ini

lapisan di atas kain, membatasi air mengalir ke dalam.

  1. Apa perbedaan antara kedap air, anti air, dan kedap air?

Tahan air berarti bahan tersebut mampu menahan air sebagian. Anti air berarti air sulit ditembus karena lapisan atau lapisan permukaan. Bahan kedap air sepenuhnya kebal terhadap air.

  1. Apa kegunaan Uji Semprot?

Dapat digunakan untuk mengevaluasi ketahanan kain terhadap air. Barang-barang yang digunakan sehari-hari seperti ransel, tenda, dan pakaian luar ruangan dapat diuji kinerjanya.

Sumber Terkait

Penguji Penolak Air

Penguji Penolak Air ISO 4920 Y(B)813

Penguji Kinerja Tahan Air Kain AATCC 35 Y(B)813G

Tes Bundesmann

    Gulir ke Atas

    MEMINTA KUTIPAN

    Kami akan menghubungi Anda dalam satu hari kerja. Harap perhatikan email dengan akhiran @darongtester.com